Desain Dapur Ukuran 2×1 Meter, Kecil tapi Fungsional dengan Kitchen Set L-Shape

Posted on

Ketika membeli hunian baru, terutama tipe minimalis dengan luas terbatas, seseorang hampir selalu menghadapi kenyataan dapur yang sempit. Bahkan pada beberapa model, ruang dapur hanya memiliki dimensi sekitar 2×1 meter. Dapur ukuran 2×1 sekilas tampak mustahil untuk dimaksimalkan. Namun, ini bukanlah masalah jika kita dapat merancangnya secara bijak.

Dapur Ukuran 2×1
Istock

Ide Penataan Dapur Ukuran 2×1 Meter yang Efisien dan Tepat Guna

Dengan penataan tepat, dapur mini pun bisa menjadi area memasak yang nyaman serta tetap memiliki tampilan estetis. Berikut adalah beberapa ide desain dapur 2×1 meter yang bisa diterapkan.

1. Gunakan Tata Letak Single Line atau L-Shape Mini

Untuk ruang selebar 1 meter, tata letak dapur paling efektif adalah single line. Di mana seluruh area kerja seperti kompor, sink dan meja persiapan berada pada satu sisi dinding.

Jika memungkinkan, juga bisa memakai kitchen set L-shape mini, tetapi hanya jika pintu atau jalur tidak terganggu.

Selain itu, pastikan minimal ada zona kerja 40–60 cm di antara kompor dan wastafel. Hindari bentuk U karena akan membuat ruang semakin terasa sempit. Jangan lupa pilih backsplash cerah agar dapur terasa lebih lebar.

2. Aplikasikan Kompor Tanam untuk Menambah Ruang Kerja

Di dapur kecil, kompor tanam adalah solusi terbaik karena membuat permukaan meja lebih rata. Hasilnya area memasak dan persiapan bisa menyatu saat tidak digunakan.

Rekomendasi komponennya seperti kompor tanam 1–2 tungku dan pilih yang material kaca tempered atau stainless agar mudah perawatannya.

3. Pilih Kulkas Kecil dan Ramping

Dimensi dapur ukuran 2×1 meter tidak memungkinkan penempatan kulkas besar. Oleh karena itu, pilih kulkas yang ramping.

Jika ingin dua pintu, pilih model atas-bawah yang tinggi namun tidak terlalu lebar. Tempatkan kulkas di ujung dapur agar tidak mengganggu meja kerja.

4. Kabinet Atas dan Bawah

Dengan ruang lantai yang minim, solusi paling tepat adalah memaksimalkan area vertikal. Dalam hal ini kita bisa merancang kabinet atas dan bawah.

Salah satu contohnya dapat kita lihat di video Short @worldanimalstoy. Tampak jelas dalam video sebuah dapur 2×1 dengan warna kombinasi hijau putih. Kabinet atas dan bawah terintegrasi secara teratur sehingga tampak rapi sekaligus lapang. Gunakan kabinet bawah untuk menyimpan peralatan berat. Seperti panci, wajan, blender, atau rice cooker. Pilih laci tarik (pull-out) untuk memudahkan akses barang di bagian belakang. Sedangkan kabinet atas tinggikan hingga hampir menyentuh plafon untuk menyimpan barang jarang terpakai. Pastikan juga kedalaman kabinet atas tidak terlalu tebal agar ruang terasa lebih lega.

5. Wastafel Satu Bak agar Tidak Memakan Tempat

Wastafel dua bak terlihat nyaman, tetapi pada dapur sempit ini bukan pilihan ideal. Gunakan wastafel satu bak dengan ukuran yang cukup dalam.

Jika memungkinkan, tambahkan talenan khusus yang bisa menjadi penutup wastafel untuk memperluas area kerja saat dibutuhkan.

6. Warna Cat Cerah dan Pencahayaan Maksimal

Desain dapur kecil sangat bergantung pada pencahayaan dan warna. Karena itu, upayakan warna cat tembok cerah sebagai tone utama. Misalnya saja warna putih, krem, abu muda, atau pastel.

Pilih lampu LED strip di bawah kabinet atas agar area memasak terang. Pastikan pasang countertop cerah agar memantulkan cahaya dan memberi kesan luas.

Perbandingan Kabinet dan Rak Dinding di Dapur 2×1

Pada dapur berukuran 2×1 meter, pemilihan antara kabinet dan rak dinding menjadi pertimbangan penting. Khususnya untuk menjaga ruang tetap fungsional dan tidak terasa sesak.

Kabinet menawarkan kapasitas penyimpanan lebih besar dan rapi karena semua barang dapat tertutup di balik pintu. Namun, pada dapur kecil, kabinet atas sering terasa terlalu besar dan dapat membuat ruangan tampak penuh.

Sebaliknya, rak dinding menghadirkan kesan lebih ringan karena bersifat terbuka. Sehingga tidak menghalangi pandangan dan membuat dapur terasa lebih lega.

Jika kabinet terasa terlalu mendominasi ruang, menambah penyimpanan dengan elemen terbuka seperti rak dinding vertikal bisa menjadi solusi efektif.

Rak ini tidak hanya memaksimalkan area kosong di dinding, tetapi juga memudahkan akses terhadap barang-barang yang sering digunakan.

Meskipun ukurannya hanya 2×1 meter, dapur kecil tetap bisa terlihat cantik dan berfungsi optimal. Kuncinya adalah pemilihan peralatan tepat, memaksimalkan area vertikal, serta memastikan tata letak sederhana namun efisien. Dengan desain dapur ukuran 2×1 meter yang matang, ruang sempit tetap bisa menjadi area memasak menyenangkan.